By : Rijal Muhammad
Judul ini terambil dari firman Allah yang menyatakan " berdo'alah kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan". Tidak ada penjelasan embel-embel memang setelah pernyataan itu seperi kata "tapi" pada judul tulisan ini. Pernyataan Allah itu seolah menegaskan bahwa semua do'a itu pasti di ijabah. Nah, dalam kenyataannya kita sering menjumpai atau menganalisa do'a-do'a mana saja yang telah atau belum terkabul, sehingga menggelitik pikiran kita tentang do'a yang kita lakukan itu. Benarkah semua do'a terkabul?
Selasa, 12 Juni 2012
Kita, Kepada ORANG TUA
By : Rijal Muhammad
Jika kita saat ini telah menjadi orang tua, maka kita bisa membayangkan betapa beratnya, susahnya, sedihnya, berkorbannya, disamping juga bahagianya, saat mereka memelihara dan mendidik kita terutama saat kita masih kecil dan belum mandiri. Kita bisa merasakan besarnya pengorbanan mereka saat kita membandingkan dengan kita yang sedang memelihara, mengurus, mendidik dan membesarkan anak-anak kita.
Luar biasa yang namanya mengurus dan memelihara anak itu, apalagi jika kita berkorban untuk membentuknya menjadi anak yang sehat baik pertumbuhan fisiknya, mentalnya juga kecerdasannya. Perlu upaya yang keras dan penuh kesabaran tinggi untuk meraihnya. Sebagai orang tua tentunya siapapun memiliki harapan yang sama, namun tidak semua orang tua mampu menjalaninya. Maka, jika kita berkomitmen untuk mencetak anak yang seperti dijelaskan diatas, sudah bisa dibayangkan betapa besar upaya dan pengorbanan orang tua baik dari segi materi, waktu, tenaga dan lain sebagainya yang sulit diukur dan diganti dengan apapun.
Bisakah kita membayangkan pengorbanan orang tua kita yang mampu mengurus dan mendidik kita sehingga kita menjadi seperti sekarang ini? Pasti kita banyak mendengar dan mengetahui betapa besarnya perjuangan orang tua kita untuk mengurus kita saat kecil dengan cerita yang mereka sampaikan. Kalau kita sudah sepenuhnya sadar dan mampu membayangkan besarnya pengorbanan orang tua kita, maka ketahuilah, tidak ada satupun kata atau ribuan kata yang kita rangkai untuk membalas jasa-jasa mereka. Tidak bisa rasanya kita ganti pengorbanan orang tua kita dengan jumlah rupiah yang kita berikan. Tidak ada satupun yang bisa dijadikan sebagai barter untuk mengganti jasa-jasanya selain berbuat bakti dan ihsan kepadanya.
Ihsan dan birrul walidain, demikian yang dijelaskan Agama untuk membalas jasa-jasa orang tua kita. Birrul walidain adalah bentuk ketaatan dan bakti kita kepada mereka dan ihsan adalah upaya memberikan yang lebih baik, baik secara kualitas dan kuantitas kepada mereka, dari apa yang mereka telah berikan kepada kita. Maka dalam tulisan ini akan dipaparkan pesan Allah yang dituangkan dalam kalam-Nya di al-Qur'an tentang hal-hal yang menyangkut sikap kita kepada orang tua kita.
Jika kita saat ini telah menjadi orang tua, maka kita bisa membayangkan betapa beratnya, susahnya, sedihnya, berkorbannya, disamping juga bahagianya, saat mereka memelihara dan mendidik kita terutama saat kita masih kecil dan belum mandiri. Kita bisa merasakan besarnya pengorbanan mereka saat kita membandingkan dengan kita yang sedang memelihara, mengurus, mendidik dan membesarkan anak-anak kita.
Luar biasa yang namanya mengurus dan memelihara anak itu, apalagi jika kita berkorban untuk membentuknya menjadi anak yang sehat baik pertumbuhan fisiknya, mentalnya juga kecerdasannya. Perlu upaya yang keras dan penuh kesabaran tinggi untuk meraihnya. Sebagai orang tua tentunya siapapun memiliki harapan yang sama, namun tidak semua orang tua mampu menjalaninya. Maka, jika kita berkomitmen untuk mencetak anak yang seperti dijelaskan diatas, sudah bisa dibayangkan betapa besar upaya dan pengorbanan orang tua baik dari segi materi, waktu, tenaga dan lain sebagainya yang sulit diukur dan diganti dengan apapun.
Bisakah kita membayangkan pengorbanan orang tua kita yang mampu mengurus dan mendidik kita sehingga kita menjadi seperti sekarang ini? Pasti kita banyak mendengar dan mengetahui betapa besarnya perjuangan orang tua kita untuk mengurus kita saat kecil dengan cerita yang mereka sampaikan. Kalau kita sudah sepenuhnya sadar dan mampu membayangkan besarnya pengorbanan orang tua kita, maka ketahuilah, tidak ada satupun kata atau ribuan kata yang kita rangkai untuk membalas jasa-jasa mereka. Tidak bisa rasanya kita ganti pengorbanan orang tua kita dengan jumlah rupiah yang kita berikan. Tidak ada satupun yang bisa dijadikan sebagai barter untuk mengganti jasa-jasanya selain berbuat bakti dan ihsan kepadanya.
Ihsan dan birrul walidain, demikian yang dijelaskan Agama untuk membalas jasa-jasa orang tua kita. Birrul walidain adalah bentuk ketaatan dan bakti kita kepada mereka dan ihsan adalah upaya memberikan yang lebih baik, baik secara kualitas dan kuantitas kepada mereka, dari apa yang mereka telah berikan kepada kita. Maka dalam tulisan ini akan dipaparkan pesan Allah yang dituangkan dalam kalam-Nya di al-Qur'an tentang hal-hal yang menyangkut sikap kita kepada orang tua kita.
Senin, 14 Mei 2012
Inspirasi RENUNGAN
By : Rijal Muhammad
Excuse, apology dan jenis pembelaan diri yang lain adalah salah satu alat untuk menutupi kejujuran dan kebenaran fakta.
Tidak merasa benar sendiri dan mau menghormati segala perbedaan adalah bagian dari cara kita mampu bersinergi dengan siapapun.
Penyakit kemanusiaan yang paling cepat mendapatkan hukuman dan pelajaran dari-Nya adalah kesombongan.
Kebohongan adalah salah satu penyebab hilangnya keajaiban berkah
Salah satu yang sangat sulit dilakukan oleh manusia adalah melihat kebaikan dari sesuatu yang terlihat buruk
Kepedulian dan perhatian yang disampaikan dengan basa-basi nyaris mirip dengan kebohongan
Kebaikan terkadang menghapus kebaikan yang lain dan cara menghapus kebaikan itu menggunakan cara yang tidak baik
Kecendrungan fitrah manusia sebetulnya selalu mengarah pada kebaikan, namun karena kekurangtahuan dan kekurangbijaksanaan membuat manusia melakukan kesalahan dan hal-hal tidak baik
Sesuatu yang dianggap baik atau buruk disuatu tempat bisa jadi tidak dianggap demikian ditempat lain
Mengintimidasi orang agar hormat dan tunduk pada kita akan membentuk orang itu menjadi tidak hormat dan runduk
Excuse, apology dan jenis pembelaan diri yang lain adalah salah satu alat untuk menutupi kejujuran dan kebenaran fakta.
Tidak merasa benar sendiri dan mau menghormati segala perbedaan adalah bagian dari cara kita mampu bersinergi dengan siapapun.
Penyakit kemanusiaan yang paling cepat mendapatkan hukuman dan pelajaran dari-Nya adalah kesombongan.
Kebohongan adalah salah satu penyebab hilangnya keajaiban berkah
Salah satu yang sangat sulit dilakukan oleh manusia adalah melihat kebaikan dari sesuatu yang terlihat buruk
Kepedulian dan perhatian yang disampaikan dengan basa-basi nyaris mirip dengan kebohongan
Kebaikan terkadang menghapus kebaikan yang lain dan cara menghapus kebaikan itu menggunakan cara yang tidak baik
Kecendrungan fitrah manusia sebetulnya selalu mengarah pada kebaikan, namun karena kekurangtahuan dan kekurangbijaksanaan membuat manusia melakukan kesalahan dan hal-hal tidak baik
Sesuatu yang dianggap baik atau buruk disuatu tempat bisa jadi tidak dianggap demikian ditempat lain
Mengintimidasi orang agar hormat dan tunduk pada kita akan membentuk orang itu menjadi tidak hormat dan runduk
Apa Yang Di Mohonkan NABI IBRAHIM AS
By : Rijal Muhammad
Ayat-ayat PERUMPAMAAN dalam al-Qur'an
By : Rijal Muhammad
Pengagungan Allah kepada Nabi Muhammad SAW
By : Rijal Muhammad
Langganan:
Postingan (Atom)
